Arsip untuk ‘Uncategorized’ Kategori

h1

membantah tuduhan syirik ala wahabi

April 16, 2010

Di negeri kita bahkan di seluruh dunia islam,ada sebuah fenomena menarik tentang mazhab wahabi,berawal dari dakwah yang diajarkan oleh sang pencipta yaitu syekh Muhammad bin abdil wahab at-tamimi yang lahir pada tahun 1111 H dan wafat pada tahun 1206 H.

Banyak ulama yang mengecam mazhab wahabi karena melakukan pemusrikan dan pengafiran terhadap sesama muslim yang tidak sependapat dengannya.seperti syekh Muhammad bin abdil wahab pendiri mazhab wahabi tersebut,ia mengatakan”bahwa kaum muslim zaman kita itu lebih kafir dari pada orang kafir quraisy”dan saudara kandung dari Muhammad bin abdil wahab bertanya kepadanya”berapa rukun islam hai Muhammad? Lalu ia menjawab”ada lima” ya rukun islam memang ada lima tapi engkau menjadikannya enam yaitu barang siapa yang tidak mengikutimu maka ia bukanlah seorang muslim”ini adalah rukun islam yang ke enam yang kau miliki.

Dapat disimpulkan bahwa kaum wahabi telah melarang keras atau mengafirkan kita (umat islam) dengan alasan bahwa berziarah kubur adalah syirik dengan secara otomatis jika kita syirik maka kita menjadi kafir. dan di sini saya akan sebutkan riwayat-riwayat yang membantah tuduhan syirik ala wahabi yang menyatakan bahwa ziarah kubur adalah menyembah selain allah dan menyembah si mayit yang kita ziarahi kuburnya.mereka juga menyebutkan bahwa kita menyembah si mayit tersebut,kita telah menyekutukan allah dengan meminta kepada si mayit tersebut.sedangkan orang-orang wahabi ia tidak mau berziarah kubur,karena mereka hanya mau menyembah langsung kepada allah dan bukan selainya.memang benar hal tersebut kita harus menyembah allah langsung,akan tetapi kita berziarah ke kuburan para wali allah bukan untuk menyembahnya akan tetapi kami bertawasul melalui para wali allah tersebut,dan hal tersebut merupakan puncak ketauhitan dan agama islam menganjurkan untuk berziarah kubur.

Seperti riwayat ini:

وروي سليما ن بن بريدة عن ابه قا ل:”زار النبي قبر أمه في ألف مقنع فلم ير باكيا اكثر من يومئد

“Sulaiman bin Buraidah meriwayatkan dari ayahnya, ia berkata: bahwa Nabi menziarahi ke kuburan ibunya,dan nabi tidak pernah terlihat menangis seperti itu.”

Dan riwayat di atas menunjukan bahwa nabi Muhammad S.A.W.W. berziarah kepada kuburan ibunya dan menangis di sana dan apakah nabi disebut sebagai orang kafir, padahal dia adalah nabi kita.dan itu tidak benar sama sekali. Dan jelas nabi pun berziarah,berarti ziarah kubur itu di perbolehkan.dan tuduhan syirik ala wahabi tersebut merupakan hal yang tidak dapat di benarkan.

h1

Waspadalah! Wahabi Salafy Merencanakan Mengadu Domba Sunni Syiah

April 12, 2010

SURAT TERBUKA AYATULLAH MAKARIM SYIRAZI KEPADA ULAMA WAHABI

ayatullah makarim shirazi

Beberapa bulan yang lalu terjadi peristiwa yang sangat aneh dan langka di sebagian negara-negara Islam. Pada tanggal 16 Dzul Qa’dah 1427 H sebuah kelompok yang terdiri dari 38 ulama dan dosen menandatangani sebuah deklarasi. Ulama dan dosen Wahabi ini berasal dari universitas Ummul Qura dan universitas Malik Su’ud serta sebagian kecil dari sebagian wilayah Arab Saudi lainnya. Read the rest of this entry ?

h1

pemimpin wahabi bekerja sama dengan amerika “musuh islam”

April 12, 2010

Potret Ketaqwa’an Raja Arab Saudi Yang Wahhabi nan Salafy

.

George Bush, Presiden Cina Hu Jintao, dan Raja Salafy Wahhabi Lagi Asyik Ber-Toast-ria.

.

Abu Salafy Berkata:

Beginilah “Khadimul Haramain”, Raja Abdullah ibn Abdil Aziz memperagakan pengalaman yang tepat dan kâffah dalam “berpegang teguh” dengan syari’at Islam yang melarang meniru dan bertasyabbuh dengan kaum Yahdi, Nashrani dan orang-orang kafir!!

Wahai saudaraku pemegang hak paten Mazhab Salaf Shaleh (PS2) apakah Anda berprasangka baik/husnudzdzan bahwa yang sedang ditenggak raja kebanggaan ulama mazhab Wahabi-Salafy bersama penjahat perang yang tangannya berlumuran darah-darah suci umat Islam itu adalah air Zamzam?! Bukan wisky?!

Baiklah, mari kita berhusnudzdzan bahwa itu adalah menimun yang halal, terus bagaimana dengan budaya “Toast” yang diperagakan Raja Salafy-Wahabi itu, bukankah itu  budaya orang kafir?, yang tidak dikenal dalam syariat Nabi Muhammad Saw? bukankah seorang ulama besar dan mantan mufti dinasti al-Saud Bin Baz kebanggaan wahhabi-salafy pernah mengharamkan bertepuk tangan dengan alasan bertasyabuh dengan orang-oramg kafir, lalu mana fatwa Dewan Fatwa Kerajaan Wahhabi-Salafy Saudi Arabia (Hai’ah al Kibar al Ulama) tentang hukum ber-”Toast” yang jelas-jelas bertasyabuh dengan orang-0rang kafir itu?!

Apakah Nabi Muhammad saw.pernah mencontohkan prilaku “miring” tradisi “Toast” atau “Ting Tung” alias minum bareng seperti itu apalagi dengan penjahat perang?

Di manakah ulama Wahabi-Salafy Arab itu sehingga membiarkan rajanya melakukan adegan bermesraan dengan penjahat perang, dan ber-toast-ria?! Apakah semua ulama Wahhâbi itu buta? Atau pura-pura buta? Atau mereka adalah sekawanan para penjilat yang berkedok agamis? Atau memang mereka juga alat Imprialisme Barat/Amerika dan kaki tangan Zionis?

Mengapakah kaum Salafi-wahhabi di tanah air juga menjadi tuli dan buta dari menyaksikan kenyataan ini?!

Wahai saudaraku kaum Muslimin, tanah suci kaum Muslimin harus dibebaskan dari cengkeraman kaum yang tidak memelihara kesucian Haramain!

Kota suci Mekkah dan Madinah bukan milik kaum Wahhabi Salafy bukan pula milik keluarga kerajaan Arab Saudi! Berdasarkan ayat Al Qur’an, Allah SWT menjadikannya untuk umat manusia yang mukmin guna menegakkan penghambaan kepada Allah!

*********************** Read the rest of this entry ?

h1

wahabbi di tegakkan atas akidah kaum musrik !

April 12, 2010

Segala hal ditempuh bagi kaum Wahhâbi/Salafy, khusunya bagi para sukarelawan dan Misionaris mereka dalam menegakkan akidah andalan mazhab menyimpang mereka! Demi meyakinkan kaum awam, dalil harus ditegakkan… Tidak ada Qur’an dan Sunnah shahihan, ucapan para pendata Yahudi dan/atau pendapat kaum Musyrik pun jadi! Demikian kira-kira semangat da’wah yang mereka usung!

Itulah yang benar-benar terjadi! Mazhab Wahhabi/Salafy “ngotot” menyebarkan dan meyakinkan kaum Muslimin bahwa Allah itu berbentuk… bersemayam, duduk di atas Arsy-Nya yang dipikul oleh delapan kambing hutan atau dipikul empat malaikat yang rupa dan bentuk mereka beragam, ada yang menyerupai seekor singa dan yang lainnya menyerupai bentuk binatang lain… dan lain sebagainya dari akidah ketuhanan yang menggambarkan  Allah itu berbentuk dan menyandang sifat-sifat makhluk-Nya..

Termasuk di antara akidah nyeleneh lagi menyimpang kaum Wahhâbi/Salafy adalah keyakinan bahwa Allah itu bersemayam/duduk di atas Arsy-Nya…. Mereka memperkosa berbagai ayat Al Qur’an dan menelan mentah-mentah riwayat palsu beracun dan menjadikan ucapan belum pasti kebenaranya dari orang-orang yang mereka vonis kafir-musyrik yang telah menyimpang akidahnya dan keluar dari agama! Menjadikan semua itu sebagai pondasi keyakinan dan akidah sesat mereka!

Tapi, sekali lagi, anehnya kaum Musyrik yang biasanya mereka kecam itu kini disanjung bak seorang nabi pujaan dan ucapan mereka bagaikan wahyu langit yang terjaga!

Perhatikan, dalam masalah keyakinan Allah SWT itu beristiwâ’/duduk/bersemayam di atas Arsy-Nya dengan segala pernak-pernik masalahnya, kaum Wahhâbi (dengan tanpa malu) mencatut nama Imam Malik ibn Anas (imam besar Ahlusunnah)! Perhatikan bagaimana mereka mengandalkan ucapan Imam Malik di bawah ini:

.

الاستواء معلوم والكيف مجهول والإيمان به واجب والسؤال عنه بدعة.

“Istiwâ’ sudah diketahui, kaif (cara/bentuk) tidak diketahui, beriman kepadanya adalah wajib dan bertanya tentangnya adalah bid’ah.”

lihat “Kaum Wahhâbiyah Mujassimah Memalsu Atas Nama Salaf! (2)”

Akan tetapi seperti kita ketahui bersama, bahwa kaum Wahhâbi/Salafy itu tidak segan-segan menghukum musyrik siapapun yang meyakini dibolehkannya bertawassul kepada para Nabi as., khususnya kepada Nabi Muhammad saw… sementara itu Imam Malik adalah di antara tokoh tergetol yang menegaskan disyari’atkannya bertawassul kepada Nabi Muhammad saw… bahkan lebih dari itu, beliau (rh) meyakini bahwa Nabi Adam as. Itu bertawassul kepada keagungan maqam baginda Rasulullah saw.

Jadi dengan demikian, Imam Malik itu adalah kafir-musyrik dalam pandangan kaum Wahhâbi!

Jika demikian lalu mengapa, kini di saat butuh kepada keterangan ulama Ahlusunnah (tentunya dengan tujuan mengelabui kaum awam) mereka membanggakan dan mengandalkan keterangan Imam Malik?!

Bukankah sikap seprti ini sebuah kecurangan dan penipuan?

Perhatikan keterangan Imam Malik tentang bertawassul di bawah ini:

Para ulama Islam meriwayatkan bahwa: Khalifah Manshûr al-Abbasi bertanya kepada Imam Malik (yang selalu dibanggakan keterangannya oleh kaum Salafiyah Wahhâbiyah dalam menetapkan akidah, khususnya tentang Tajsîm), “Wahai Abu Abdillah, apakah sebaiknya aku menghadap kiblat dan berdoa atau menghadap Rasulullah? Maka Imam Malik menjawab:

.

لِمَ تَصْرِفُ وجْهَكَ عنهُ و هو وسيلَتُكَ ووسيلَةُ أبيكَ آدَمَ إلى يومِ القيامَةِ؟! بل اسْتَقْبِلْهُ و اسْتَشْفِعْ بِهِ فَيُشَفِّعَكَ اللهُ، قال الله تعالى:  و لو أنَّهُم إِذْ ظلَموا أنفُسَهُم

“Mengapa engkau memalingkan wajahmu darinya, sedangkan beliau adalah wasilahmu dan wasilah Adam ayahmu hingga hari kiamat?! Menghadaplah kepadanya dan mintalah syafa’at darinya maka Allah akan memberimu syafa’at. “Sekiranya mereka ketika berbuat zalim terhadap diri mereka…. “ (Wafâ’ al Wafâ’, 2/1376)

lihat: Kitab Kasyfu asy-Syubhat Doktrin Wahhabi Paling Ganas (20)

SUMBER : abusalafy.wordpress.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.