h1

Menurut Salafi: Merayakan Hari Khitan Anak Gadis Kita Boleh Hukumnya, tapi Merayakan Hari Maulid Nabi Saw. Bid’ah!!

Juli 9, 2010

Satu Lagi keanehan fatwa para ulama Salafi-Wahhabi!

Kaum Wahhabi Salafi selalu mengklaim sebagai penyelamat agama daari praktik-praktik bid’ah yang tidak pernah diajarkan Nabi saw…..

Menampakkan kegembiraan dengan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw. adalah Bid’ah…!  Haram hukumnya..! Bahkan bisa jadi dihukumi musyrik karenanya!!! Mengapa? Kerana Nabi saw. tidak mencontohkannya !

Anda boleh mengajukan seribu satu bukti bahwa praktik itu tidak termasuk kategori Bid’ah! Tetapi, jangan heran jika kaum Wahhabi-Salafi menolaknya mentah-mentah!!

Tapi anehnya, merayakan hari khitan gadis Wahhabi-Salafi boleh hukumnya… tidak bid’ah!!! Anehkan?!
Pasti Anda terheran-heran akan keganjilan fatwa Wahhabi-Salafi itu! Namun demikian kenyataannya… mazhab mereka selalu ditegakkan di atas keganjilan dan penyimpangan!

Untuk lebih jelasnya perhatikan kutipan di bawah ini:

..



Terjemah Teks Fatwa Lembaga Tertinggi Mazhab Wahhabi-Salafy – Arab Saudi

yang beranggotan para masyaikh kelas satu Wahhabi; Abdullah ibn Qa’ud (anggota), Abdullah ibn Ghadyan(anggota), Abdurrazzaq ‘Afifi (wakli) dan Abdul Aziz ben Baz -seorang ulama Wahhabi yang buta tapi cerdasnya luas biasa, kata pembebek Wahhabi-Salafi, dan bukti kecerdasan luar biasanya adalah fatwa di bawah ini- (Ketua):

Pertanyaan: Apahukumnya mengkhitan anak perempuan? Dan apa hukumnya menari dan bergembira serta merayakannya?

Jawab: Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam atas Nabi, keluarga dan sahabatnya. Hukum mengkhitan perempuan adalah disyari’atkan. Adapun menari, bergembira dan merayakannya, kami tidak mengetahui ada dasar untuk itu.

Adapun bersuka cita dan bergembira dengan pengkhitanan maka ia adalah sesuatu yang diajurkan dalam syari’ah. Sebab khitan adalah termasuk yang disyari’atkan. Allah telah berfrman: “Katakan dengan anugerah dan dengan rahmat Allah, maka kerenanyalah hendaknya kalian bergembira. Yang demikian itu lebih baik dari apa yang kalian kumpulkan.”

Dan khitan itu termasuk anugerah dan rahmat Allah. Maka tidak apa-apa hukumnya membuat makanan untuk moment itu sebagai ungkapan syukur kepada Allah.

.
Ibnu Jakfari berkata:

Sungguh luar biasa penyimpulan para masyaikh Wahhabi-Salafi…. selamat atas kaum yang memikili masyaikh yang cemerlang otaknya… lagi lincah ijtihadnya!!!

Merayakan hari kalahiran Nabi Rahmatan Lil ‘Alamin haram hukumnya… bid’ah hukumnya…. dosa melakukannya… haram membuat hidangan karena mereka anggap sama dengan sesajen… tapi membuat makana untuk dihidangkan dalam acara syukuran anak gadis kita yang baru dikhitan….masyru’. dianjurkan dalam syari’at!!!

Maaf! Saya tidak ingin berkomnentar lebih dari yang sudah saya katakan… setelahnya terserah Anda!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: